Jumat, 16 September 2011

Mana Ada Pacaran Pakai Hati?..

Ini merupakan tweet dari orang yang ga gue kenal, tapi gue copas ,aja menjadi plagiat gitu gue..hahaha. Sorry ya bos gue copas, itu juga kalo lo liat blog gue hehe, pas gue liat mana ada pacaran pake hati, semaleman ga bisa tidur gue mikirin hal ini juga artinya dalam banget ternyata mas bro #lebay..hahah

Apa pacaran jaman sekarang gitu ya, pas jaman gue dulu mah kaga, pas jaman perang sih gue, mana ada orang mikirin pacaran idup aja udah sukur..hahaha. Mungkin sekarang pacaran pakai duit sama nafsu ya, kenapa bisa gitu, buat yang perempuannya so pasti dia pacarin duit cowonya, abisnya duitnya lebih ganteng daripada si cowo..hahahah, buat si cowo pertama pacaran kalem pasti, tapi ujung-ujungnya minta jatah, pasti pada mikir banyak-banyak ngeluarin duit masa ga dapet jatah..hal seperti itu yang membuat paradigma pemikiran mana ada pacaran pakai hati?..

Tapi buat lo yang ngalamin hal seperti itu, masih banyak loh cinta yang bisa lo gali, cinta pada TUHAN, cinta pada Orang Tua, cinta pada Saudara, dan cinta pada Guru hahahah…  Cinta seperti apa sih yang pada lo harap: 

1.       Cinta Sepenuh Hati (serius)
Cinta Sepenuh hati, buat hal ini gue ga tau banyak soalnya belum pengalaman, kalo ada yang mau ngasih pengalaman buat hal ini, sok atuh di share.. Menurut mata batin gue cinta sepenuh hati merupakan cinta yang lo jaga baik dan lo pelihara pohon kali hahaha, jadi karena gue ga ada bahan inspirasi mohon maaf copas dari tempat lain.

Sekedar renungan …
Masihkah tetap membenci bila orang yang menjengkelkan itu tengah tertidur lelap?? … mungkin inilah sumber kekuatan seorang ibu tetap mencintai anak-anaknyanya betapa pun si anak telah ‘menyakiti’ hati sang ibu … Cobalah dengan memperhatikan pasangan anda yang tengah terlelap dalam damai … semoga anda memperoleh kekuatan darinya untuk tetap mencintainya sepenuh hati … !

Tatapan Penuh Cinta
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun, jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa

rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda … Hmm … kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.

Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : “betapa lelahnya aku hari ini”. Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak,

juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” #jangan sampe!


2.       Cinta Setengah Hati (just play)
Cinta setengah hati merupakan, cinta yang ga bisa dipertanggung jawabkan, kenapa begitu? Ya kan cuma main-main, 

Mana yang lebih baik, mendapatkan seseorang yang hanya dapat memberi setengah hati kepada kita atau tidak sama sekali?
Mungkin 1/2 hati sudah cukup?
Atau kita berharap bahwa dengan 1/2 cinta itu lama kelamaan bisa membuat 1 cinta?

Ah, soal cinta memang berbeda dengan bekerja. Ataukah sama?
Apakah Anda mau menerima Setengah Hati?

Satu hal kutipan temen gue, Yaaaa saking abstraknya cinta karena dirasain, aku sulit mengungkapkannya
Aseek. Apa coba makin ga ngerti!hahah sorry shinta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar